Minggu, 08 Januari 2012

Mimpiku Semalam

Mimpiku semalam

Aku terus berjalan di dalam kesunyian, melewati gua yang sempit dan gelap, menyusuri sebuah bukit, menyebrangi lautan, tanpa arah dan tujuan, berjalan mengikuti kata hatiku. Entah mengapa dalam perjalanan itu aku tak merasakan lelah sedikitpun.

Hari telah malam, aku tiba di sebuah kota yang tak berpenghuni, senyap. Disana aku melihat sebuah gubuk. aku pun beristirahat disana, ketika terbangun, betapa terkejutnya aku banyak orang yang berlalu lalang. kota yang awalnya mati. telah berubah menjadi pusat perdagangan yang besar.

Aku pun berpikir, berapa lama kah aku tidur?? tak kan mungkin kota yang awalnya mati berubah menjadi pusat perdagangan yang besar dalam satu malam. Aku pun melanjutkan perjalanan, di saat itu datanglah sebuah badai yang besar, aku pun pingsan di timpa badai yang besar itu.

Di saat aku sadar, di depan mataku aku tidak melihat apa-apa lagi, kota itu kembali berubah menjadi kota yang mati. Namun, ada seorang perempuan yang menemaniku.. ternyata perempuan itu adalah orang yang ku kenal dalam dunia nyata. siapakah dia??? tentu sebagian teman-teman mengetahuinya...Dialah yang menemani dan mengobatiku selama aku sakit. Ketika aku beranjak sembuh. Dia menyuruhku untuk beristirahat semalam.

Betapa terkejutnya aku, ketika aku terbangun dari tidurku, kota itu kembali ramai. Aktivitas perdagangan itu pun berlangsung seperti biasanya. Namun, gadis yang menemaniku itu tidak ada. Kmanakah dia ??? Aku pun kembali melanjutkan perjalananku, dan diseketika itu juga badai menimpa ku dan juga kota itu... Anenya ketika aku sadar. Gadis itu pun kembali menemaniku, kejadian peristiwa yang pertama talah terulang kembali.

Dan ketika aku mulai beranjak sembuh dari luka kembali, gadis  itu kembali menyuruhku istirahat untuk semalam saja sebelum melanjutkan perjalanan. Ketika matahari terbit aku terbangun, namun ada hal yang sedikit berbeda pada peristiwa pertama, gadis itu berada disisiku. Akupun menangis dan memeluknya, Entah mengapakah aku menangis???

Akupun terbangun dari mimpiku, akupun menangis teringat seseorang yang selalu menemani hari-hariku yang sepi. Aku berharap bisa bertenu dengannya suatu saat, seperti yang dulu lagi. Dialah cinta pertamaku..

The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar